Apa Saja Analisis Rasio Keuangan Perusahaan Dan Cara Membacanya

by | Sep 7, 2020 | Keuangan, Bisnis | 0 comments

Analisis rasio keuangan dapat dijadikan indikator untuk mengetahui dan menilai kinerja suatu perusahaan. Selain itu, analisis ini juga dapat dijadikan indikator untuk pengambilan keputusan perusahaan di masa depan, baik untuk jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang.

Pengertian Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio keuangan adalah proses mengamati indeks pada laporan keuangan yang berhubungan dengan akuntansi untuk memberikan penilaian pada kinerja keuangan perusahaan, baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar, dan menjadi acuan untuk mengambil keputusan di masa depan.

Pengguna utama dari analisis ini adalah manajemen dan investor. Manajemen menggunakan analisis rasio keuangan untuk menentukan baik atau buruknya kinerja suatu perusahaan dan menjadikannya bahan evaluasi untuk perbaikan. Sementara itu, investor menggunakannya untuk menentukan baik atau tidaknya perusahaan tersebut jika dijadikan investasi.

Tujuan Analisis Laporan Keuangan

Ada beberapa tujuan dalam membuat analisis laporan keuangan yang dilakukan oleh suatu perusahaan, di antaranya:

  1. Diagnosis dilakukan untuk melihat kemungkinan adanya masalah pada suatu perusahaan, seperti pada divisi keuangan atau divisi lainnya.
  • Evaluation dilakukan untuk memberikan penilaian atas prestasi kinerja karyawan pada suatu perusahaan.
  • Forecasting dilakukan untuk memprediksi kondisi keuangan perusahaan di masa depan.
  • Screening dilakukan untuk memilih kemungkinan adanya peluang berinvestasi.
  • Understanding¬†dilakukan untuk menganalisis keuangan suatu perusahaan lebih mendalam dan lebih luas.

Baca juga: 4 Peran dan Manfaat Akuntansi untuk Perkembangan Usaha

Jenis-Jenis Analisis Rasio Keuangan Perusahaan

analisis rasio keuangan - blog finata

Menurut buku Keuangan dan Akuntansi yang ditulis oleh Budi Raharjo, analisis rasio keuangan perusahaan terbagi menjadi 5 jenis, yaitu:

  1. Activity Ratio atau Rasio Aktivitas adalah rasio keuangan yang memperlihatkan beberapa aset suatu perusahaan untuk menentukan tingkat aktivitas seluruh aktiva pada tingkat kegiatan tertentu. Untuk melakukan analisis keuangan jenis ini, Anda dapat menggunakan rasio:
  1. Perputaran Aktiva Tetap adalah pengukuran kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan penjualan sesuai dengan aktiva tetap yang dimiliki. Rumus Perputaran Aktiva Tetap:

Perputaran Aktiva Tetap=Penjualan/Total Aktiva Tetap

  • Perputaran Piutang adalah pengukuran rata-rata piutang yang dikumpulkan selama setahun. Rumus Perputaran Piutang:

Perputaran Piutang=Penjualan Kredit/Piutang Rata-Rata

Piutang Rata-Rata=Piutang Awal+Piutang Akhir/2

  • Perputaran Persediaan adalah pengukuran efisiensi dalam menjual dan mengelola persediaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Rumus Perputaran Persediaan:

Perputaran Persediaan=Penjualan/Rata-Rata Persediaan

Rata-Rata Persediaan=Persediaan Awal+Persediaan Akhir/2

  • Perputaran Total Aktiva adalah penghitungan efektivitas penggunaan aktiva secara keseluruhan. Rumus Perputaran Total Aktiva:

Perputaran Total Aktiva=Penjualan/Total Aktiva

  • Investment Ratio atau Rasio Investasi adalah rasio keuangan dengan mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memberikan imbalan pada pemberi sana, terutama investor di pasar modal pada jangka waktu tertentu. Rumus Investment Ratio:

Investment Ratio=EAT:Investasix100%

  • Liquidity Ratio atau Rasio Likuiditas adalah rasio keuangan yang mengukur kemampuan likuiditas suatu perusahaan dalam jangka waktu pendek berdasarkan aktiva lancar relatif terhadap utang lancar. Untuk melakukan analisis keuangan jenis ini, Anda dapat menggunakan rasio:
  1. Acid Test Ratio/Quick Ratio atau Rasio Cepat adalah rasio yang memperlihatkan kemampuan suatu perusahaan untuk membayar utang lancar atau kewajiban dengan aktiva lancar tanpa menghitung nilai persediaan. Rumus Acid Test Ratio/Quick Ratio:

Quick Ratio=Kas+Efek+Piutang/Utang Lancarx100%

  • Cash Ratio adalah rasio yang membandingkan antara kas dan aktiva lancar yang dapat segera menjadi uang kas dengan utang lancar. Rumus Cash Ratio:

Cash Ratio=Kas+Efek/Utang Lancarx100%

  • Current Ratio atau Rasio Lancar adalah rasio yang mengukur kemampuan suatu perusahaan membayar utang atau kewajiban jangka pendek yang akan jatuh tempo dengan ketersediaan aktiva lancar. Rumus Current Ratio:

Current Ratio=Aktiva Lancar/Utang Lancarx100%

  • Profitability Ratio atau Rasio Profitabilitas dan Rentabilitas adalah rasio keuangan yang memperlihatkan tingkat keuntungan atau imbalan dibandingkan dengan memperlihatkan aktiva atau penjualan. Untuk melakukan analisis keuangan jenis ini, Anda dapat menggunakan rasio:
  1. Gross Profit Margin atau Margin Laba Kotor adalah persentase setiap hasil sisa penjualan setelah HPP dibayarkan. Rumus Gross Profit Margin:

Gross Profit Margin=Penjualan Netto-HPP/Penjualan Nettox100%

  • Net Profit Margin atau Margin Laba Bersih adalah persentase setiap hasil sisa penjualan setelah dikurangi seluruh pengeluaran dan biaya, termasuk pajak dan bunga. Rumus net Profit Margin:

Net Profit Margin=Laba Bersih Setelah Pajak (EAT)/Penjualan Nettox100%

  • Operating Profit Margin atau Margin Laba Operasi adalah persentase setiap hasil sisa penjualan setelah dikurangi seluruh pengeluaran lain dan biaya, kecuali pajak dan bunga. Rumus Operating Profit Margin:

Operating Income Ratio=Penjualan Netto-HPP-Biaya Administrasi & Umum (EBIT)/Penjualan Nettox100%

  • Return On Assets (ROA) atau Rentabilitas Ekonomis adalah kemampuan suatu perusahaan menghasilkan keuntungan atau laba dengan seluruh aktiva yang dimiliki. Rumus Return On Assets:

ROA=Laba Bersih/Total Asetx100%

  • Return On Investment (ROI) adalah kemampuan suatu perusahaan menghasilkan keuntungan atau laba untuk menutup investasi yang dikeluarkan. Rumus Return On Investment:

ROI=EAT/Jumlah Aktivax100%

  • Solvability Ratio atau Rasio Solvabilitas adalah rasio keuangan yang memperlihatkan tingkat keefektivan penggunaan kekayaan atau aktiva suatu perusahaan pada Anda. Untuk melakukan analisis keuangan jenis ini, Anda dapat menggunakan rasio:
  1. Total Debt to Asset Ratio atau Rasio Utang terhadap Aktiva adalah pengukuran besarnya aktiva suatu perusahaan yang dibiayai oleh utang atau besarnya utang yang berpengaruh pada pengelolaan aktiva perusahaan. Rumus Total Debt to Asset Ratio:

Total Debt to Asset Ratio=Total Utang/Total Aktivax100%

  • Total Debt to Equity Ratio atau Rasio Utang terhadap Ekuitas adalah hubungan antara besarnya utang dalam jangka panjang dan besarnya modal milik sendiri yang berasal dari pemilik suatu perusahaan untuk mengetahui besarnya dana yang disediakan oleh kreditur. Rumus Total Debt to Equity Ratio:

Total Debt to Equity Ratio=Total Utang/Modal Sendirix100%

Baca juga: 5 Klasifikasi, Pengertian, dan Contoh Analisis Rasio Likuiditas

Cara Menganalisis Atau Membaca Analisis Rasio Keuangan

Untuk menganalisis atau membaca analisis rasio keuangan, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, di antaranya:

  1. Dalam menghitung rasio, harus berdasarkan data laporan keuangan yang sudah diaudit oleh ahlinya. Hal ini tentu saja untuk menghindari kesalahan dan ketidakakuratan perhitungan rasio.
  2. Satu rasio tidak dapat digunakan untuk memberikan penilaian terhadap kinerja suatu perusahaan secara menyeluruh. Karenanya, beberapa rasio keuangan harus digunakan bersama untuk menilai kinerja secara menyeluruh. Tetapi jika ingin memberikan penilaian pada satu aspek, cukup menggunakan satu atau dua rasio.
  3. Untuk membandingkan kinerja antara perusahaan yang satu dan perusahaan yang lain, Anda harus menggunakan data keuangan dari perusahaan yang sejenis, metode akuntansi yang sama, dan periode yang sama.

Manfaat Memahami Analisis Rasio Keuangan

Dengan memahami analisis rasio keuangan pada suatu perusahaan, Anda akan mendapatkan beberapa manfaat, di antaranya:

  1. Dapat mengetahui laporan keuangan lebih mendalam, lebih luas, lebih transparan, dan lebih detail.
  2. Dapat mengetahui letak kesalahan keuangan perusahaan.
  3. Dapat mengetahui kemampuan dan kekuatan perusahaan.
  4. Dapat mengetahui rasio likuiditas, rasio profitabilitas, dan rasio solvabilitas.
  5. Dapat menentukan langkah perusahaan ke depannya, baik untuk jangka waktu pendek maupun untuk jangka waktu panjang.
  6. Sebagai pembanding pencapaian pada perusahaan sejenis.
  7. Sebagai sumber informasi untuk calon investor, calon kreditur, dan manajemen.
  8. Sebagai tolak ukur dalam menjalin hubungan dengan perusahaan lain sehingga dapat segera diperbaiki jika ditemukan kelemahan pada laporan keuangan perusahaan lain.

Dengan analisis rasio keuangan, Anda dapat mengetahui dan menilai kinerja suatu perusahaan, terutama dari segi keuangannya. Dengan rasio keuangan yang lengkap dan terperinci, Anda pun dapat menentukan langkah perusahaan ke depannya.  

Analisis rasio keuangan dapat dihasilkan mudah menggunakan aplikasi Finata.id dan berbagai fitur yang ada didalamnya. Selain berfungsi untuk menyusun laporan, aplikasi ini juga bisa membantu anda untuk mengelola bisnis atau usaha yang sedang anda jalani. Dijaman yang serba cepat dan modern ini, sudah saatnya bagi anda untuk mengganti cara-cara manual dengan menggunakan teknologi yang mempermudah kegiatan kita.

Baca juga: 3 Indikator Penting yang Mempengaruhi Kesehatan Keuangan Bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

software analisa keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis - 7 kesalahan fatal pebisnis

Download