8 Cara Menghitung Pajak Penghasilan dengan Tepat dan Efektif

by | Dec 27, 2019 | Blog, Pajak | 2 comments

Ada banyak cara menghitung pajak penghasilan dengan mudah dan efisien. Cara tersebut dapat ditemukan secara mudah hanya dengan googling. Di samping cara perhitungan tersebut, tersimpan beberapa tips yang harus diperhatikan. Selain itu anda juga harus mengetahui jenis-jenis penghasilan yang tidak dikenakan PPh.

Tips dalam Menghitung Pajak Penghasilan dengan Tepat

Sebelum menghitung besarnya pajak penghasilan, harus memahami terlebih dulu atas langkah perhitungannya. Jadi tidak sebaiknya tersebut para rumus dalam menghitung pajak penghasilan. Walaupun hasil telah sesuai dengan rumus yang berlaku, namun akan menjadi sia – sia apabila melewatkan beberapa tips menghitung pajak penghasilan.

Di bawah ini adalah tips dalam menghitung pajak penghasilan dengan tepat:

1. Biaya perusahaan harus diperhatikan terlebih dahulu

Biaya dalam perpajakan dibagi menjadi 2 buah, yakni deductible cost dan non deductible cost. Arti dari deductible cost ialah suatu biaya yang sebaiknya tidak dilakukan koreksi fiskal untuk kedua kali / lebih, sebab jenis biaya ini telah diakui dalam peraturan
perpajakan Indonesia.

Sedangkan untuk non deductible cost merupakan suatu biaya bisa dilakukan dengan mengurangi laba kotor / bruto sesuai dengan hasil rugi perusahaan. Departemen perpajakan Indonesia juga tidak mengakui jenis biaya non deductible cost ini. Jadi cara dalam perhitungan biaya pajak penghasilan tidak diperbolehkan untuk mengurangi bruto / laba kotor. Sehingga harus dilakukan kembali koreksi fiskal secara positif.

Dari pengelompokkan jenis biaya dalam perpajakan, perusahaan harus mengelola semua transaksi biaya yang ada. Tanpa mengurangi biaya – biaya yang seharusnya tidak menguranginya dan melakukannya secara fiskal, khususnya untuk bruto / laba
kotor.

2. Penyusunan atas daftar penghasilan sebaiknya dilakukan setiap bulan

Perusahaan seharusnya memberikan upah secara bulanan dan bukan mingguan. Padahal sangat dianjurkan untuk membayar gaji karyawan dengan sistem bulanan.

Disamping anjuran tersebut, apabila memperoleh gaji per bulan yang tidak sama dalam arti besarnya penghasilan bulanan berbeda-beda. Dalam penghitungan gaji bulanan tersebut bukan merupakan gaji pokok.

Walaupun bukan termasuk ke gaji pokok, akan tetap menerima tunjangan – tunjangan tertentu. Selain itu pula khusus untuk karyawan dengan kategori tidak mendapatkan gaji pokok, dapat melakukan perhitungan penghasilan yang diambil dari laba kotor / bruto.

Baca juga : Jenis Pajak Hiburan

3. Menghitung PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)

Ketika menghitung Pph, harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku. Peraturan tersebut diatur ke dalam Pph 21. Cara menghitung pajak penghasilan ini juga menjadi salah satu bagian yang penting.

Pajak PPh merupakan jenis pajak pribadi. Sehingga penghasilan per bulan yang diperoleh telah dipotong dengan pajak ini. Pemotongan tersebut dilakukan setiap setahun sekali. Pemotongan tersebut akan dilakukan sesuai dengan nilai PTKP yang berlaku pada saat ini.

Tetapi departemen perpajakan memiliki suatu kebijakan atas besarnya nilai PTKP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ketentuan itu diatur dalam pasal 2 dan pasal 3.

Detail informasi akan nilai PTKP, dapat disimak secara langsung di dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 183/PMK03/2007. Selanjutnya akan diharuskan supaya melakukan laporan SPT tahunan.

4. Melakukan perhitungan selisih dari PTKP dan penghasilan kotor

Untuk tips harus mempersiapkan terlebih dahulu atas besarnya penghasilan bersih / neto, penghasilan bruto / kotor PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak). Rumusnya yaitu penghasilan bruto kotor, dikurangi dengan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak).

Khusus untuk tips ini mempunyai suatu ketentuan. Ketentuan tersebut ialah perhitungan dalam PKP baru bisa dilakukan, asalkan besarnya nilai penghasilan kotor / bruto PKPK telah diketahui sebelumnya. Hasil dari perhitungan ini merupakan hasil dari penghasilan / gaji yang terutang.

5. Menentukan nilai PPh

Besarnya nilai Pph, sangat mudah ditentukan. Karena telah ada rincian / detail persentase nilai Pph. Berikut ini adalah ketentuan dari nilai Pph yang tidak dapat diubah. Berikut ini adalah daftar rincian persentase nilai PPh:

  1. Penghasilan neto / bersih yang kurang dari 50.000.000 IDR memiliki persentase PPh sebesar 5%.
  2. Penghasilan bersih / neto dalam rentang mulai dari 50.000.000 IDR – 250.000.000 IDR miliki nilai persentase PPh sebesar 15%.
  3. Penghasilan neto / bersih dalam rentang nilai mulai dari 250.000.000 IDR – 500.000.000 IDR mempunyai nilai persentase PPh sebesar 25%.
  4. Penghasilan bersih / neto di atas 500.000.000 IDR memiliki nilai persen PPh paling tinggi hingga mencapai 50%.

6. Harus menghindari suatu pelanggaran pajak walaupun hal itu sangat sepele

Baca juga : Syarat Pelaporan SPT Tahunan

Skema dari perhitungan besarnya pajak penghasilan di atas, merupakan tips yang cukup efektif. Serta mempunyai resiko akan kekurangan / kelalaian sangat minim. Jadi tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu apapun.

Kebijakan yang berhubungan dengan peraturan pajak memiliki suatu fungsi tersendiri. Fungsi itu ialah mengurangi resiko akan sangsi secara administratif, dalam bentuk bunga, denda hingga sangsi pidana yang diajukan oleh KPK. Walaupun sangsi tersebut diberikan hanya kerana masalah yang sangat sepele dan tidak berdampak buruk bagi keuangan negara Indonesia.

7. Harus mengetahui nominal yang termasuk dalam subjek pajak dan bukan subjek pajak

Hal ini memang terlihat sangat sepele dan tidak penting. Tetapi harus dihafalkan secara detail tentang hal yang termasuk ke dalam subjek pajak serta non pajak. Hal ini juga merupakan trik dalam mengetahui ciri-ciri software atau aplikasi pajak yang baik.

Beberapa hal yang tergolong ke dalam subjek pajak meliputi pajak penghasilan pribadi, pajak warisan yang belum dibagi dan pajak atas pendirian suatu badan / organisasi. Hal tersebut diatur dalam UU No 36 tahun 2008.

8. Untuk meminimalisir langkah yang tidak sesuai, dapat menggunakan sebuah software / aplikasi pajak

Ada sebuah cara atau trik dalam perhitungan biaya pajak penghasilan. Cara tersebut sangat memiliki berbagai macam kelebihan dan mungkin tidak akan dijumpai pada trick / cara lainnya. Lalu setiap aplikasi / software pajak juga tidak semua efektif digunakan.

Jadi harus sangat berhati – hati dalam memilih software / aplikasi pajak. Serta tidak akan perhitungan kembali, hanya disebabkan masih sangat ragu akan hasil perhitungan pajak penghasilan.

Ada beberapa ciri yang dapat digunakan dalam menghitung nilai pajak penghasilan. Ciri pertama, yaitu memiliki fitur koreksi fiskal. Dengan fitur ini, dapat ditemukan dengan mudah letak kesalahan dari setiap langkah.

Cara lain untuk mengetahui apakah software / aplikasi pajak yang baik, dalam menyimak berbagai macam jenis perhitungan pajak. Hal ini juga menjadi sangat efektif dan tidak perlu lagi mencari software / aplikasi pajak yang dibutuhkan.

Fitur yang kedua yakni terdapat keterangan yang sangat detail dalam setiap kolom. Serta juga terdapat cara pengisian setiap kolom dengan tepat.

Semua cara menghitung pajak penghasilan di atas terdapat secara lengkap pada Finata. Dengan menggunakan Finata, proses perhitungan pajak penghasilan dapat dilakukan dengan mudah dan efektif. Dalam software / situs Finata memiliki berbagai macam jenis kelebihan perhitungan pajak yang kompleks yang pernah ada.

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

2 Comments

  1. Ria

    Bagaimana cara menghitung pph jika orang pribadi pengusaha tersebut memiliki penghasilan lainnya seperti sewa mesin?

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download