7 Faktor Penting Pengelolaan Keuangan Agar Perusahaan Siap Tumbuh Berkelanjutan

by | Feb 9, 2021 | Bisnis, Keuangan, Laporan Keuangan | 0 comments

7-faktor-pengelolaan-keuangan

Pengelolaan keuangan pada sebuah perusahaan merupakan hal penting yang wajib dilakukan. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, perusahaan akan mengalami kesulitan dalam menghadapi berbagai hal yang dapat menyebabkan perusahaan merugi atau bahkan bangkrut.

Apa saja sih hal-hal penting yang harus dilakukan dalam pengelolaan keuangan?

1. Target Finansial

Langkah besar menuju kesuksesan perusahaan Anda dimulai dengan menentukan target finansial. Besaran angka ini menjadi fokus arah bisnis dan tujuan perusahaan sekaligus menjadi alat bantu dalam pengendalian perusahaan karena Target finansial ini  bisa menghubungkan elemen kesuksesan perusahaan yakni kepuasan pelanggan, pencapaian target pendapatan, dan kinerja karyawan untuk mencapai target tersebut.

2. Anggaran Biaya

Anggaran keuangan perusahaan merupakan pedoman Anda dalam mengukur dan mengawasi kinerja keuangan yang harus selalu dievaluasi setiap 6 bulan sekali. Dalam periode itu, Anda sudah memiliki informasi yang penting untuk membantu Anda melakukan evaluasi, namun tidak disarankan untuk melakukan koreksi dalam periode ini karena masih terlalu dini.

Namun tidak banyak perusahaan skala kecil yang memiliki anggaran sehingga tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan berikut 

  • Bagaimana pendapatan akan berubah di paruh tahun kedua?
  • Berapakah target % laba kotor? (Cara cepat memperkirakan HPP)
  • Berapakah penyesuaian biaya yang harus dilakukan mengantisipasi perubahan pendapatan?
  • Apakah untuk mencapai target pendapatan harus dikeluarkan biaya lebih untuk marketing atau sales?
  • Apakah membutuhkan tempat lebih besar untuk menampung karyawan baru?

Hal tersulit dalam membuat anggaran adalah memprediksi biaya operasional selama satu tahun serta memberi ruang untuk pengeluaran tak terduga yang mungkin muncul. Namun, merencanakan anggaran tahunan bisa lebih mudah bila Anda membaginya menjadi 2 bagian dalam setahun.

3. Papan Score Profit

Ini merupakan Indikator dan pendorong utama pertumbuhan usaha. pertanyaannya, bagaimana pemantauan skor tersebut bisa mempengaruhi cara pengaturan keuangan perusahaan dan seberapa sering sebaiknya kita memantau angka-angka ini.

Ada 4 macam profit usaha yang harus dimiliki setiap perusahaan sebagai scorecard utama :

  • Sales (Penjualan)
  • Gross Profit (Laba Kotor)
  • Gross Profit Percentage (Persentase Laba Kotor)
  • Nett Income (Pendapatan Bersih)

Masing-masing papan skor perlu dipantau setiap kuartal untuk mendapatkan informasi mengenai :

  • Kenaikan atau Penurunan tren yang sedang berjalan. atau relatif stagnan.
  • Tingkat pencapaian target yang yang sudah ditetapkan.
  • Dilanjutkan dengan analisis langkah pengembangan di periode berikutnya.
  • Siklus : analisis-keputusan-tindakan-hasil, terus berputar di setiap periode.

Pemantauan papan skor laba ini akan menunjukkan tren serta antisipasi di masa depan yang akan membantu Anda untuk menemukan cara mengatur keuangan perusahaan yang lebih baik. Jika  tren menunjukkan peningkatan, maka Anda bisa mengalokasikan dana untuk pos yang memerlukan. JIka ada penurunan, tentunya Anda perlu segera memperketat pengeluaran.

4. Perbaikan Arus Kas

Menghasilkan keuntungan saja tidak cukup untuk menjamin kesuksesan dan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang, pengelolaan arus kas adalah bagian integral untuk kesuksesan dan kesehatan keuangan perusahaan.

Pastikan anda memahami hubungan antara arus kas dan keuntungan perusahaan sebelum melakukan analisis untuk menemukan cara mengatur keuangan perusahaan.

Dengan memahami arus kas, Anda bisa mengetahui kemana uang Anda mengalir, apakah digunakan untuk aktivitas operasional, aktivitas Pendanaan atau aktifitas investasi pembelian aset.

Agar lebih bisa memahami, perhatikan perbandingan di bawah ini :

Uang perusahaan Anda terletak di aset seperti :

  • Inventaris
  • Aset Tetap – Mesin dan Bangunan
  • Piutang Usaha
  • Biaya Bayar Di Muka

Di lain sisi, Anda menggunakan uang untuk membayar hutang seperti:

  • Hutang Usaha
  • Hutang Pajak
  • Hutang Biaya
  • Pinjaman Bank

Laporan arus kas dapat membantu Anda dalam membuat keputusan dalam menentukan kapan saatnya berinvestasi atau menunda investasi, apakah menunda mengeluarkan uang atau saatnya membelanjakan uang.

5. Pengelolaan KPI atas Laporan Managemen

Ada 2 jenis KPI (Key Performance Indicator) untuk laporan manajemen, berdasarkan pada apa yang Anda jual. Perusahaan yang menjual barang akan memfokuskan KPI pada :

  • Angka penjualan
  • Biaya produksi
  • Perputaran persediaan (Inventory Turnover)
  • Rasio DSO (Days Sales Outstanding), yaitu jangka waktu tertagihnya piutang tertentu

Sementara, perusahaan yang menjual jasa akan memfokuskan KPI pada :

  • Penetapan harga jual
  • ROI (Return on Investment) dari biaya gaji yang dikeluarkan
  • Biaya gaji per jam terbayar
  • Penghasilan per jam yang diterima
  • Rasio DSO (Days Sales Outstanding), yaitu jangka waktu tertagihnya piutang tertentu.

Banyak pelaku bisnis yang belum menyadari pentingnya laporan manajemen karena pertimbangan faktor biaya dan keterbatasan waktu padahal Laporan Manajemen akan sangat memberikan manfaat bagi Anda dalam mengetahui gambaran spesifik dari kondisi perusahaan.

Namun demikian, pastikanlah bahwa laporan tersebut bisa Anda tindak lanjuti sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan bisnis berikutnya, termasuk bagaimana cara mengatur keuangan perusahaan yang tepat.

Hal yang harus diperhatikan adalah jika Anda tidak menganalisis laporan manajemen setiap bulannya, Anda akan kehilangan kesempatan untuk berkembang dan menghindari menjalankan program berbiaya tinggi yang tidak memberikan imbal balik investasi (ROI – Return On Investment)

6. Pengelolaan kewajiban pajak usaha

Untuk memastikan perusahaan anda berjalan dan tumbuh terus menerus berkelanjutan, anda harus memenuhi kewajiban pajak usaha. Tidak satupun perusahaan yang bisa membesar tanpa memenuhi kewajiban pajak ini.

7. Sistem Program Akuntansi

Semua hal diatas sangat sulit dilakukan tanpa program akutansi yang terkomputerisasi. Dengan membangun program akuntansi yang lebih modern, Anda dapat memastikan penerimaan data yang lebih relevan, lebih cepat, dan lebih sedikit kemungkinan kesalahan dibandingkan dengan proses manual.

Selain itu, laporan yang Anda dapatkan juga akan lebih bermanfaat, akurat, dan tepat waktu dengan biaya yang lebih rendah. Hal ini merupakan keunggulan utama yang tidak dimiliki bisnis skala kecil di masa lalu, dan bisa Anda manfaatkan sekarang untuk menganalisis cara mengatur keuangan perusahaan yang sesuai untuk bisnis Anda.

Apabila anda memerlukan sistem terintegrasi antara akuntansi dan proses bisnis lainnya, maka anda dapat menggunakan ERP (Enterprise Resource Planning). Ada beberapa software aplikasi pengelolaan keuangan yang beredar dipasaran, salah satunya adalah FINATA ( finata.id ). Software finansial & bisnis khusus UMKM yang secara lengkap mampu menghasilkan laporan keuangan yang terintegrasi sistem pajak untuk menentukan besaran pajak dan terpenting FINATA sudah dilengkapi dengan fitur diagnosis kesehatan bisnis.

Jangan lupa follow instagram dan subscribe youtube kita untuk mendapatkan berbagai info menarik mengenai akuntansi, keuangan, bisnis, dan lainnya.

Share:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Konten Premium Finata Gratis!

Subscribe blog Finata untuk mendapatkan konten seputar keuangan bisnis, akuntansi, hingga pajak yang dirangkum untuk Anda.

Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan.
Melek Finansial Bersama Finata: Akuntansi & Penerapannya Menggunakan Software
Video Training Untuk Mengasah Pengetahuan dan Keterampilan Akuntansi dalam Mengolah Data Laporan Keuangan
× Butuh Bantuan? Available on SundayMondayTuesdayWednesdayThursdayFridaySaturday