Select Page

Mempunyai bisnis sendiri menjadi impian sebagian orang, selain bisa menyalurkan ide kreatif terhadap produk yang ingin dihasilkan, tentunya bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak.

Perkembangan bisnis UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Indonesia sangat pesat, seperti yang dilansir dari CNBC Indonesia, Presiden Jokowi menyatakan ada 56 juta jumlah UMKM di Indonesia dengan kontribusi sebesar 56% terhadap PDB.

Kendati jumlah UMKM yang banyak di Indonesia. Namun, banyak juga permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh pelaku bisnis UMKM, bahkan tak banyak pula pelaku bisnis UMKM yang akhirnya gagal atau gulung tikar.

Agar usaha bisnis UMKM kita lancar dan sukses, atau jika Anda ingin melakoni bisnis sebagai pemula, berikut tips agar usaha UMKM Anda lancar dan sukses:

1. Membaca Peluang

Dalam mengelola sebuah bisnis, sangat penting bagi kita membaca peluang yang ada, untuk menghasilkan produk yang menarik dan diminati oleh pasar. Peluang bisa diperoleh dari hasil riset atau dengan mengembangkan sumber daya alam yang ada menjadi ide kreatif yang unik.

2. Belajar Marketing

Dalam menjalankan bisnis UMKM, sangat penting bagi pengusaha untuk terus mengembangkan bisnisnya. Di era digital, dengan mengandalkan penjualan offline saja tidak akan cukup untuk memperluas jaringan dan mengembangkan bisnis.

Nah, sangat penting juga loh membaca banyak referensi tentang marketing, baik dari buku, internet, jurnal dan sebagainya, bahkan melaui Forum Group Discussion (FGD). Agar kita bisa memaksimalkan penjualan produk UMKM dengan baik.

3. Maksimalkan Media Sosial

Udah ga asing lagi dengan berbagai media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp dan sebagainya. Media sosial memiliki banyak manfaat bagi pelaku bisnis, terutama untuk memasarkan produk UMKM. Bukan hanya gratis, namun fitur media sosial juga banyak membantu bagi pengusaha UMKM. Bahkan banyak produk UMKM yang akhirnya besar dan sukses karena memaksimalkan media sosial dengan baik.

4. Branding UMKM

Salah satu faktor produk UMKM gagal yakni kurangnya branding. Dalam membuat suatu produk, sangat penting kita mem-branding produk yang akan kita pasarkan. Lebih singkatnya.

Padahal branding memiliki tujuan dan manfaat yang penting khususnya bagi UMKM. Tujuan branding sendiri adalah untuk membangun kepercayaan kepada masyarakat dan membangun citra perusahaan serta memberikan suatu persepsi agar produk kita dicintai dan diminati oleh masyarakat.

Nah, dengan branding juga Anda bisa menarik loyalitas konsumen, mengatur harga dan membuat produk berbeda dengan sesama pengusaha lainnya.

5. Perhatikan Kualitas SDM

Dalam teori ekonomi, output perusahaan dipengaruhi oleh barang modal (capital) dan karyawan atau pekerja (labour). Sangat penting bagi pengelola UMKM merekrut sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Jangan hanya karena baru merintis usaha lalu kita sembarang dalam merekrut karyawan.

6. Menggunakan Software Keuangan

Tahukah Anda, bahwa banyak UMKM yang gagal di tahun pertama disebabkan karena pembukuan dan akuntansi yang berantakan. Seperti yang dilansir oleh sindonews.com, banyak UMKM yang gagal bukan akibat dari produknya yang tidak memiliki pasar, melainkan karena permasalahan pembukuan yang tidak dikelola dengan baik.

Oleh sebab itu, proses akuntansi dan pembukuan dalam sektor bisnis harus dikelola dengan baik. Tak hanya itu, pembukuan yang bersifat tradisional juga terkadang membuat usaha kita terhambat karena terlalu banyak menghabiskan waktu.

Di era digital ini, kita lebih dimudahkan dalam mengelola keuangan, salah satu nya dengan adanya software keuangan Finata yang hadir untuk memberikan solusi manajemen keuangan perusahaan Anda agar lebih terkelola dan tertata dengan baik. Anda tidak perlu lagi repot menganalisa keuangan perusahaan Anda.

Dengan fitur yang ada pada Finata, membuat Anda lebih efektif dan efisien dalam mengelola keuangan agar UMKM Anda berkembang dengan rincian keuangan yang transparan, mudah dan murah.