6 Metode Pencatatan Aktiva atau Aset Tetap yang Penting Diketahui

by | Aug 31, 2020 | Akuntansi | 0 comments

Metode pencatatan aktiva atau aset tetap terbagi menjadi 6 metode berdasarkan cara diperolehnya. Kita perlu memahami masing-masing metode agar laporan keuangan perusahaan semakin akurat.

Daftar Isi

  1. Pengertian Aktiva Tetap / Aset Tetap
  2. Metode Pencatatan Aktiva Tetap / Aset Tetap dan Contohnya

Pengertian Aktiva Tetap / Aset Tetap

Sebelum Pengertian aktiva tetap menurut PSAK (2004) adalah aktiva yang berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu yang digunakan dalam operasi perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun. Yang termasuk kedalam Aktiva tetap contoh nya : Tanah, Gedung/bangunan, Peralatan produksi, kantor, Kendaraan.

Karakteristik yang termasuk dalam aktiva tetap adalah sebagai berikut:

  •     Masa manfaatnya lebih dari satu tahun
  •     Digunakan dalam kegiatan perusahaan
  •     Dimiliki tidak untuk dijual kembali 
  •     Nilai Perolehannya cukup besar

Metode Pencatatan Aktiva atau Aset Tetap

Berdasarkan cara diperolehnya aktiva atau aset, terdapat 6 metode pencatatannya sebagai berikut:

Diperoleh melalui Pembelian Tunai

Metode pencatatan aktiva atau aset tetap ini digunakan untuk aktiva tetap yang diperoleh dari pembelian tunai dicatat dalam pembukuan dengan jumlah sebesar uang yang dikeluarkan. Jumlah uang yang dikeluarkan untuk memperoleh aktiva tetap termasuk harga yang tercantum di faktur dan semua biaya yang dikeluarkan agar aktiva tetap tersebut siap dipakai.

Apabila dalam pembelian aktiva tetap ada potongan tunai, maka potongan tunai tersebut merupakan pengurangan terhadap harga faktur, tidak memandang apakah potongan itu didapat atau tidak. Dan apabila dalam suatu pembelian diperoleh lebih dari satu macam aktiva tetap maka harga perolehan harus dialokasikan pada masing-masing aktiva tetap.

Contoh pencatatan melalui pembelian tunai:
PT ABC membeli mesin percetakan seharga 25.000.000 dan biaya yang timbul atas pembelian mesin tersebut seperti biaya asuransi, biaya pemasangan dan ongkos kirim sebesar 2.000.000 dan telah dibayarkan secara tunai melalui rekening bank PT ABC maka pencatatan atas pembelian mesin tersebut di catat sbb :

Harga mesin: Rp. 25.000.000
Biaya-biaya (asuransi, b.pasang, ongkir): Rp. 2.000.000
Total: Rp. 27.000.000
Maka transaksi pembelian aset mesin sebagai berikut:
Debet rekening Mesin: Rp. 27.000.000
Kredit rekening Bank: Rp. 27.000.000

Diperoleh dari angsuran atau kredit

Metode pencatatan aktiva atau aset tetap ini digunakan untuk aktiva tetap yang diperoleh dari pembelian angsuran atau kredit, maka dalam harga perolehan aktiva tetap tidak boleh termasuk bunga. Bunga selama masa angsuran baik jelas-jelas dinyatakan atau tidak dinyatakan tersendiri, harus dikeluarkan dari harga perolehan dan dibebankan sebagai biaya bunga.

Cara pencatatannya adalah pembayaran setiap tahun dibuat jurnal yang mengurangi utang sebesar pokok pinjaman yang dilunasi dan mendebit biaya bunga untuk tahun yang bersangkutan dan kreditnya kas sebesar angsuran.

Contoh pencatatan melalui angsuran atau kredit:
Pada tanggal 1 Sept 2019  PT. ABC membeli sebuah Mobil dengan cara mencicil seharga Rp. 100.000.000 dengan uang muka Rp. 28.000.000 sisanya diangsur setiap bulan selama tiga tahun dengan bunga   12 % per tahun.

Perolehan aktiva tetap:
Harga : Rp. 100.000.000
uang muka : Rp.   28.000.000
Hutang : Rp.   72.000.000

Maka Pencatatan asset mobil sbb :
Debet rekening. Mobil
Kredit rekening. Kas Rp. 28.000.000
Hutang Rp. 72.000.000

Untuk mencatat angsuran dan bunga per bulan sbb :
Debet rekening. Hutang Rp. 2.000.000
Biaya bunga Rp. 720.000
Kredit rekening. Kas Rp. 2.720.000

Diperoleh melalui Ditukar dengan Surat-surat Berharga

Metode pencatatan aktiva atau aset tetap ini digunakan untuk aktiva tetap yang diperoleh dengan cara ditukar dengan saham atau obligasi perusahaan, dicatat dalam buku besar sebesar harga pasar saham atau obligasi yang digunakan sebagai penukar. Apabila harga pasar saham atau obligasi itu tidak diketahui, maka harga perolehan aktiva tetap ditentukan sebesar harga pasar aktiva tersebut.

Contoh pencatatan melalui ditukar dengan surat beharga:

Pada tanggal 1 Sept 2019  PT. ABC membeli sebuah gedung seharga rp. 1 milyar dengan cara menerbitkan surat kepemilikan saham perolehan sebanyak 100.000 lembar saham biasa seharga 10.000 per lembar saham sementara diketahui nilai pasar per lembar sahamnya pada saat itu sebesar 11.000 per lembar sahamnya.

Saham biasa : 100.000 x 10.000 = Rp. 1.000.000.000
selisih nilai saham dan nilai pasar saham: 1.000 x 10.000 = Rp.    100.000.000
(dicatat sebagai agio saham biasa)

maka pencatatn perolehan gedung adalah sbb:

Gedung : Rp. 1.100.000.000
Saham Biasa : Rp.   1.000.000.000
Agio saham biasa : Rp.      100.000.000

Diperoleh melalui cara ditukar dengan aktiva tetap yang lain (Trade-In)

Metode pencatatan aktiva atau aset tetap ini digunakan untuk pembelian aktiva tetap dengan cara tukar menukar atau istilah populernya “tukar tambah/Trade-In”. Aktiva lama digunakan untuk membayar aktiva baru baik seluruhnya atau sebagian di mana kekurangannya dibayar tunai. Kondisi seperti ini prinsip harga perolehan tetap harus digunakan, yaitu aktiva baru dikapitalisasikan dengan jumlah sebesar harga aktiva lama ditambah uang yang dibayarkan (kalau ada) atau dikapitalisasikan sebesar harga pasar aktiva baru yang diterima.

Contoh pencatatan melalui ditukar dengan aktiva / aset tetap lain:

PT. ABC menukarkan kendaraan mobilnya dengan sebuah mesin. Harga perolehan mobil Rp. 100.000.000, Akumulasi penyusutan pada saat penukaran adalah Rp. 20.000.000, Harga Mesin Rp. 90.000.000, dalam pertukaran tersebut perusahaan menambah uang sebesar Rp. 5.000.000,
Mobil Rp100.000.000,
Ak.penyusutan Rp20.000.000,
Nilai Buku Mobil Rp80.000.000
Harga Mesin Rp90.000.000
selisih nilai buku buku mobil dan nilai mesin sebesar Rp. 10.000.000
Kas yang dibayarkan Rp5.000.000
Ada selisih keuntungan pertukaran asset Rp5.000.000

maka pencatatan atas pertukaran asset tetap sbb:

Dr. Mesin Rp. 90.000.000
Akumulasi Penyusutan Mobil Rp20.000.000
Cr. Mobil Rp. 100.000.000
Kas Rp5.000.000
Keuntungan pertukaran Asset tetap Rp5.000.000

Diperoleh dari hadiah atau donasi

Metode pencatatan aktiva atau aset tetap ini cocok untuk aktiva tetap yang diperoleh dari hadiah atau donasi. Pencatatannya bisa dilakukan menyimpang dari prinsip harga perolehan. Untuk menerima hadiah seringkali juga dikeluarkan biaya, namun biaya-biaya tersebut jauh lebih kecil dari nilai aktiva tetap yang diterima. Bila aktiva tetap dicatat sebesar biaya yang sudah dikeluarkan, maka hal ini akan menyebabkan jumlah aktiva dan modal terlalu kecil, juga beban depresiasi menjadi terlalu kecil. Untuk mengatasi keadaan ini maka aktiva yang diterima sebagai hadiah dicatat sebesar harga pasarnya. Depresiasi atau penyusutan aktiva tetap yang diterima dari hadiah dihitung dengan cara yang sama dengan aktiva tetap yang lain.

Contoh pencatatan aktiva atau aset tetap dari hadiah atau donasi:

Pda tanggal 5 September 2019  PT. ABC  Menerima seperangkat peralatan kantor dari rekanan bisnisnya secara cuma cuma untuk menunjang kegiatan usaha . Harga pasar wajar peralatan tersebut adalah seharga Rp 10.000.000

Maka Jurnal untuk mencatat transaksi diatas adalah:

Dr.    Peralatan Kantor              Rp10.000.000
Modal Donasi                             Rp 10.000.000

Diperoleh dengan cara dibuat sendiri

Semua biaya yang dibebankan untuk pembuatan aktiva sendiri seperti bahan, upah langsung, dan factory overhead langsung serta biaya factory overhead tidak langsung. 

Ada 2 cara untuk membebankan biaya factory overhead yaitu:
– Kenaikan biaya factory overhead yang dibebankan pada aktiva yang   dibuat.
– Biaya factory overhead dialokasikan dengan tarif untuk pembuatan aktiva dan produksi

Contoh pencatatan aktiva atau aset tetap yang diperoleh dengan cara dibuat sendiri:

PT ABC sejak 1 Juni 2019 melakukan perluasan pabrik dengan membangun gedung baru. PT ABC sudah sejak 10 tahun yang lalu produksinya. Dari Laporan Rugi laba PT. ABC, didapat data sebagai berikut :

  Pengeluaran Juni    Mei   selisih kapitalisasi
Listrik                                       
Water Supplies 
Overtime Cost 
Telepon 
Office supplies
1000     
800   
2000   
500    
800
800   
600   
1500    
300   
500
200  
200  
500  
200  
300

Maka pencatatan asset tetapnya sbb: 

Dr. Listrik 800
Gedung       200
Cr. Kas 1000
Dr. Water supplies   600
Gedung   200
Cr. Kas 800
Dr. Overtime cost   1500
Gedung     500
Cr. Kas 2000
Dr. Telepon     300 
Gedung     200
Cr. Kas 500
Dr. Office supplies     500
Gedung     300
Cr. Kas 800

Follow us:

finata software akuntansi dan keuangan bisnis

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

done for you finata
finata software akuntansi dan keuangan bisnis

E-Book Gratis

7 Kesalahan Fatal Dalam Mengelola Keuangan Bisnis

ebook gratis finata software akuntansi dan keuangan bisnis

Download