5 Sumber Modal Utama dalam Merintis Usaha

Aug 29, 2019 | Blog, Keuangan | 0 comments

5 Sumber Modal Utama dalam Merintis Usaha

Memulai bisnis merupakan investasi yang tepat untuk jangka panjang. Namun, sering kali keinginan memulai bisnis terganjal masalah modal. Gara-gara kesulitan mencari sumber modal, banyak calon pebisnis yang terpaksa harus menunda keinginan untuk merintis usaha.

Jika sampai sekarang modal yang Anda miliki belum cukup untuk memulai usaha, tak perlu berkecil hati. Masih banyak sumber modal lain yang mungkin belum Anda usahakan. Karenanya, kenali lima sumber modal yang dapat Anda manfaatkan untuk memulai usaha, antara lain:

1. Tabungan Pribadi

Banyak pengusaha sukses yang mengawali perjalanan bisnisnya dengan menjadi karyawan. Jika saat ini Anda masih berstatus karyawan dan tertarik memulai bisnis, ada baiknya untuk menyisihkan sebagian pendapatan khusus untuk usaha.

Sisihkan setidaknya 10% untuk modal awal usaha yang sekiranya cukup untuk membeli bahan baku atau perlengkapan operasional. Jika jumlah yang ditargetkan sudah mencukupi, Anda dapat mulai menjalankan bisnis sedikit demi sedikit.

2. Menjual Aset

Tidak ada salahnya menjual aset seperti kendaraan bermotor, emas, atau barang berharga lainnya untuk memulai sesuatu yang lebih besar. Bila usaha yang dirintis berhasil, Anda dapat membeli kembali aset yang dijual untuk modal usaha.

Sebelum menjual aset untuk sumber modal, ada baiknya perhitungkan harga jual di pasaran serta risiko yang harus dihadapi untuk mengantisipasi kemungkinan kerugian yang terlalu besar.

3. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Opsi sumber modal populer selanjutnya adalah mengajukan Kredit Tanpa Agunandi bank. Selain tidak perlu memberikan jaminan aset, jumlah bunga yang ditawarkan lumayan besar yakni sekitar 20-30 persen. Agar hasilnya lebih maksimal, cobalah untuk mengambil tenor pinjaman yang singkat.

4. Patungan Modal

Ajak teman atau saudara yang memiliki minat di bidang bisnis yang sama untuk menjadi mitra. Patungan modal atau joint venture ini juga lumayan menguntungkan karena jumlah modal dan pekerjaan yang terbagi rata.

Jika menemukan potensi kerugian, Anda tidak akan menanggungnya seorang diri. Sebelum memulai joint venture, pastikan untuk membuat perjanjian tertulis antarmitra yang diakui secara hukum demi menghindari kemungkinan konflik di masa depan.

5. Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Program pembiayaan usaha dari pemerintah ini juga wajib Anda pertimbangkan. Pemerintah bekerja sama dengan PT. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan sejumlah bank untuk menyediakan layanan permodalan usaha bagi masyarakat kecil. Jumlah kredit yang disalurkan dari program ini dapat mencapai limit Rp 500.000.000.

Imbangi pengelolaan modal bisnis Anda dengan pencatatan keuangan usaha yang akurat. Agar lebih mudah dalam mengelola keuangan bisnis, Anda dapat memanfaatkan perangkat akuntansi Finata.

Software tersebut menawarkan beragam fitur pembukuan mutakhir untuk melacak transaksi sekaligus menyajikan data keuangan informatif untuk menganalisis kesehatan bisnis Anda.

Khusus pemilik usaha mikro, Finata memberikan pemakaian gratis selamanya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Segera manfaatkan sumber modal usaha Anda dengan memilih Finata. Klik di sini untuk informasi lengkapnya.